Bisnis

BI Sibolga: Waspadai Defisit Bawang dan Gula di Sumut

Sibolga | Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Sibolga, Sumatra Utara (Sumut), Januari hingga Mei 2020 dilaporkan masih terkendali. Sekalipun dua bulan terakhir, April dan Mei 2020, kota itu mengalami deflasi.

“Posisi kita sekarang, inflasi terkendali,” kata Kepala KPw Bank Indonesia Sibolga, Suti Masniari Nasution, Selasa (19/5/2020).

IHK menjadi suatu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat inflasi (kenaikan) dan tingkat deflasi (penurunan) dari barang dan jasa dari waktu ke waktu.

Sekalipun IHK di Kota Sibolga dinilai masih terkendali, tapi BI Sibolga tetap saja mewaspadai defisit terhadap komoditas tertentu, seperti bawang merah dan gula pasir.

BACA JUGA:  Tukarkan Uang Pecahan Rupiah Ini ke BI Sampai 30 Desember 2018

“Kedua komoditas itu dipantau tengah mengalami defisit di Sumut. Ini perlu diwaspadai meskipun terkendali,” ucap Suti.

Sementara itu, menjelang Idulfitri 1441 Hijriah, KPw BI Sibolga telah memutuskan peniadaan layanan penukaran uang baru bagi masyarakat di Kantor Bank Indonesia (KBI) Sibolga. Penukaran uang sepenuhnya berlaku di bank-bank konvesional (bank umum).

“Sekalipun demikian, BI memastikan ketersediaan uang baru yang mencukupi untuk kebutuhan masyarakat lewat bank umum, dan aman karena telah melalui proses karantina kesehatan sebelumnya,” tutur Suti.

penulis: dody
editor: juniwan

Tags
Back to top button
Close