AgincourtBisnis

ISDA Award 2019, Tambang Emas Martabe Borong 10 Penghargaan

Tapanuli Today | PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, memborong 10 penghargaan di ajang Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (6/9/2019).

ISDA merupakan penghargaan bergengsi dari Corporate Forum for Community Development (CFCD) yang didukung oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan sejumlah kementerian lainnya.

Award diberikan untuk 10 program pemberdayaan masyarakat yang diusung PT Agincourt Resources, yakni mendukung pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penghargaan tersebut: 1 Platinum; 6 Gold; dan 3 Silver.

Penghargaan diterima CEO PT Agincourt Resources, Tim Duffy, seraya menyambut baik atas pencapaian tersebut.

Menurut Tim Duffy, selama 7 tahun beroperasi, Tambang Emas Martabe secara konsisten dan berkesinambungan, sangat concern dengan program pengembangan masyarakat, maupun peduli pada lingkungan di sekitarnya.

Pihaknya bersyukur, bahwa komitmen perusahaan telah mencapai berbagai kesuksesan, termasuk operasi yang aman, efisien, dan memerhatikan dampak lingkungan.

“Kehadiran kami memberikan manfaat sosial jangka panjang yang positif bagi semua pemangku kepentingan lokal, mendapatkan aprsesiasi melalui ajang penghargaan ini,” kata Tim Duffy.

“Tentunya ini akan semakin memicu kami dalam memberikan kontribusi yang lebih bermanfaat secara konsisten dan berkelanjutan bagi pengembangan masyarakat lingkar Tambang Emas Martabe,” Tim Duffy menambahkan.

Penghargaan Platinum diraih PT Agincourt Resources, kategori bidang tanpa kelaparan (SDG’s 2), melalui program penguatan kelembagaan usaha tani penangkar padi untuk kemandirian ekonomi.

Pada 2016, PT Agincourt Resources menginisiasi program demplot penangkaran padi kepada Kelompok Tani Permata Hijau di Desa Sipenggeng, Kecamatan Batangtoru dengan lahan seluas 1 Ha.

Program ini untuk memperkenalkan dan mengedukasi kelompok tani dalam melakukan budidaya penangkaran padi. Keberadaan kelompok tani penangkar ini diharapkan mampu menjawab tantangan budidaya pertanian padi secara umum.

Berkat dukungan teknis dari Balai Penyuluhan Pertanian Peternakan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Batangtoru, dan UPT Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Tapanuli Selatan, Poktan Permata Hijau, berhasil menerapkan prinsip budidaya penangkar padi.

Keberhasilan ini pun menjadi modal dan memberikan motivasi bagi Poktan Permata Hijau untuk melakukan ekstensifikasi. Seiring waktu, luasan area tanam bertambah mencapai 15 Ha (2017) dengan melibatkan 4 kelompok tani.

BACA JUGA:  Segini Besaran Beasiswa Martabe Prestasi 2019/2020

PT Agincourt Resources bersama Poktan, BP3K Batangtoru dan UPT BPSB Tapanuli Selatan melakukan diskusi untuk menjaga keberlanjutan usaha penangkaran padi ini.

PT AR juga melibatkan pihak ketiga untuk melakukan assessment terkait rekomendasi apa yang tepat untuk menjamin keberlangsungan usaha penangkaran padi.

Untuk 6 penghargaan Gold; diraih masing-masing melalui kategori bidang kehidupan sehat dan berkualitas (SDG’s 3), yaitu program masyarakat sadar dan bebas penyakit TB, dan program gerakan semua berhak sehat dan sejahtera (Kelompok Rentan).

Gold ketiga di bidang tanpa kelaparan (SDG’s 2), melalui program penguatan kemandirian kelompok tani rentan (Vulnerable Community) terhadap sarana budaya pertanian dan akses modal.

Gold keempat di bidang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG’s 8) melalui program pengembangan ekonomi komunitas berbasis produk 3R (Reuse, Reduce Recycle).

Dilanjut penghargaan Gold kelima di bidang air bersih dan sanitasi layak (SDG’s 6) melalui program gerakan promosi kesehatan sanitasi lingkungan yaitu, program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) dan stop buang air besar sembarangan (BABS).

Gold keenam di bidang pendidikan berkualitas (SDG’s 4) untuk program beasiswa sahabat cerdas Tambang Emas Martabe.

Untuk 3 penghargaan Silver: pertama di bidang Kesetaraan Gender (SDG’s 5) melalui program pengembangan koperasi wanita – Koperasi Sahata Satahi Saoloan.

Silver kedua di bidang tanpa kelaparan (SDG’s 5) melalui program edukasi kewirausahaan induktif melalui budidaya tanaman akar rimpang – Kelompok Wanita Tani Bandar Hapinis.

Silver ketiga di bidang ekosistem daratan (SDG’s 15) untuk program pengembangan model budidaya pertanian terpadu ramah lingkungan – Griya Upa Tondi.

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, menjelaskan, ISDA 2019 diberikan berdasarkan pada pemenuhan kriteria program pemberdayaan masyarakat terhadap 17 SDGs oleh PBB.

Penghargaan serupa telah diselenggarakan oleh CFCD sejak 2010. Pada tahun ini, total terdapat 66 perusahaan dari sektor pertambangan, energi, industri manufaktur dan jasa yang bersaing mendapatkan penghargaan.

Adapun, di Indonesia, penerapan dan pencapaian SDGs didukung oleh pemerintah melalui Peraturan Presiden No.59/2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

editor: wan

Tags
Back to top button
Close