Bos Trans Continent Temu Kangen Bersama Karyawannya

Bos Trans Continent Temu Kangen Bersama Karyawannya
Bos Trans Continent makan bersama karyawannya. (dody)

Sibolga | CEO PT Trans Continent, Ismail Rasyid menggelar temu kangen dengan karyawannya, setelah 7 bulan tidak bertemu akibat pandemi Covid-19.

Acaranya diwarnai makan bersama puluhan karyawan yang bertugas di Kantor Cabang Sibolga dan Tapteng, di Rumah Makan Roy di Pantai Pandan, Tapteng, Kamis (3/12/2020).

Hadir, Koordinator Cabang Sibolga-Tapteng, Hadiansyah Tanjung; Humas, Asnawi; dan Support Operasional Rusli Adam dan lainnya.

Bos PT Trans Continent itu mengatakan, acara ini untuk meningkatkan silaturahmi antara pimpinan dengan karyawan.

“Sudah 7 bulan saya tidak bertemu dengan mereka secara langsung di masa pandemi Corona. Selama ini, kita hanya tatap muka melalui video teleconference (daring),” kata Ismail Rasyid.

Dia menjelaskan, pihaknya ingin menunjukkan tidak sekadar menjalin silaturahmi yang baik dengan pihak eksternal saja, tapi juga ke internal perusahaan.

Putra kelahiran 1968 Matangkuli, Aceh Utara, yang sukses dalam bisnis cargo dan ekspor impor di Indonesia bahkan hingga mancanegara itu juga mengungkap, makan bersama karyawan akan dapat meningkatkan produktivitas kerja.

Karena akan terjalin keakraban antar sesama karyawan, yang pada akhirnya memberikan efek lebih pada hasil pekerjaan.

“Kekompakan yang terjalin antara karyawan dan pimpinan diharapkan berdampak baik bagi produktivitas karyawan di tempat kerja,” ujar Ismail.

Dia menyebut PT Trans Continent, adalah perusahaan yang dirintisnya sejak 2005 di Balik Papan, kini telah memiliki 19 kantor cabang di Indonesia, dan 2 cabang lainnya berada di luar negeri, yakni di Australia dan Filipina.

Jumlah tenaga kerjanya hampir 400 karyawan, dan didukung sebanyak 450 unit dump truk ukuran besar, sedang dan kecil.

“Untuk di kantor cabang Sibolga dan Tapteng ada sebanyak 50-an karyawan,” tutur sosok pria dermawan itu.

Saat ini pihaknya sedang concern membangun Pusat Logistik Berikat (PLB) di atas lahan seluas 7 hektar di Gampong Beurandeh, Mesjid Raya, Aceh Besar. Lokasinya tidak jauh dari Pelabuhan Umum Malahayati.

“Saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 70%. Semua izin juga sudah kita dapatkan,” Ismail Rasyid menambahkan.

Editor: Juniwan