Digitalisasi Sistem Pembayaran, BI Target 12 Juta Merchant Gunakan QRIS 2021

Digitalisasi Sistem Pembayaran, BI Target 12 Juta Merchant Gunakan QRIS 2021
Kepala Kantor Perwakilan BI Sibolga, Aswin Kosotali. (juniwan)

Sibolga | Bank Indonesia dan pelaku industri keuangan (penyelenggara jasa sistem pembayaran/PJSJP) terus mendorong perluasan penggunaan QR Code Indonesian Standard (QRIS) dengan target 12 juta merchant pada 2021.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Sibolga, Aswin Kosotali, perubahan perilaku masyarakat yang semakin digital akan menjadi peluang meningkatkan kinerja sektor UMKM yang masih menggunakan transaksi secara tunai.

Bank Indonesia sebagai pengampu kebijakan sistem pembayaran di Indonesia terus mendorong sistem keuangan inklusif melalui transformasi digital dengan perluasan penggunaan QRIS di sektor UMKM.

Dia menjelaskan, penggunaan QRIS dalam transaksi pembayaran memberikan kemudahan, baik bagi konsumen ataupun merchant.

“Karena transaksinya lebih higienis tanpa kontak fisik, lebih cepat dan tercatat, aman dan dilindungi BI, serta tidak dipungut biaya tambahan,” kata Aswin saat bincang-bincang bersama wartawan, Kamis sore (18/2/2021).

Bagi para merchant, implementasi QRIS dapat meningkatkan penjualan sehubungan dengan trend digilitasi yang semakin meningkat, terbebas dari risiko pencurian dan uang palsu, serta dapat membantu membangun credit profile dengan mudah.

“Inilah salah satu langkah Bank Indonesia (BI) mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN), gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI), dan Bangga Berwisata di Indonesia (BWI),” tutur Aswin.

Perluasan implementasi QRIS sebagai salah satu inovasi digitalisasi dalam sistem pembayaran juga sejalan dengan program percepatan transformasi digital yang dicanangkan pemerintah.

BI bersama pemerintah telah menyusun roadmap transformasi digital di sektor strategis pemerintahan, layanan publik, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, perdagangan, industri, maupun penyiaran.

Bank Indonesia melihat bahwa implementasi QRIS dalam sistem pembayaran memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan.

“Karena Indonesia adalah pasar besar dan potensial dalam menyerap arus digitalisasi,” terang Aswin.

Menurut dia, pandemi Covid-19 turut mendorong perubahan perilaku masyarakat menjadi semakin digital, sehingga digitalisasi teradopsi dengan cepat.

Transaksi contact-less atau pembayaran digital terbukti mampu mengurangi risiko transmisi virus yang dapat bertahan pada uang kartal.

Berdasar survei yang dilakukan oleh Redseer, sebanyak 65% responden mengkonfirmasi, terjadi peningkatan digital payment selama pandemi covid-19.

Ia menambahkan, secara nasional, realisasi implementasi QRIS pada 2020 tercatat 5,85 juta merchant. Dari angka itu, 244.413 merchant di Sumatra Utara, sedangkan di 16 kabupaten/kota di wilayah kerja KPw BI Sibolga, 22.697 merchant.

“Untuk mendukung target implementasi QRIS sebanyak 12 juta Merchant pada 2021. Sumatra Utara punya target 486.500 merchant,” sebut dia.

Aswin menambahkan, untuk mendukung target itu, BI juga mengeluarkan fitur QRIS terbaru, yaitu QRIS tanpa tatap muka, artinya masyarakat dapat belanja di mana saja, dan bayar dari mana saja.

editor: juniwan