Insiden Pengusiran Wartawan, Ini Tanggapan Bea Cukai

Insiden Pengusiran Wartawan, Ini Tanggapan Bea Cukai
Petugas sekuriti berjaga di pintu masuk dermaga pelabuhan sibolga. (dody)

Sibolga | Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Sibolga menyampaikan klarifikasi terkait insiden pengusiran wartawan di acara pelepasan ekspor perdana plywood di dermaga Pelabuhan Sibolga, Sabtu (13/2/2021).

Kepala Bea Cukai, Lutfi Anif diwakili Afril Alfredo yang dikonfirmasi menjelaskan, kegiatan tersebut bukan tertutup untuk media.

“Karena memang dari awal kita merencanakan, bahwa terkait protokol kesehatan covid-19, jadi kita memang awalnya ini memang untuk komunitas pelabuhan saja. Ini kan mendadak ini, artinya tidak direncanakan sebelumnya,” singkat Afril.

Ekspor perdana plywood perdana di dermaga Pelabuhan Cabang Sibolga tersebut dilepas Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah (Ijeck)

Sayangnya, wartawan yang ingin meliput dilarang masuk oleh petugas sekuriti PT Pelindo. Alasannya, harus ada izin dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Sibolga.

“Abang dari mana? Harus ada izin dulu dari bea cukai baru boleh masuk, kalau belum ada. Silahkan abang keluar,” ujar petugas sekuriti itu.

Sementara itu, petugas bea cukai yang ditemui berdalih, kalau mereka telah membuat list wartawan yang diperbolehkan meliput kegiatan itu.

“Abang dari mana? Soalnya yang masuk ke sini harus ada list-nya. Kami sudah buat list bagi wartawan yang mau liputan,” singkat petugas bea cukai itu.

Dody, wartawan yang “dihadang” petugas sekuriti tadi mengaku mendapat informasi gelaran acara itu dari Wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori.

“Saya mengetahui acara ini dari Pak Jamil lewat pesan WhatsApp. Saya pun tertarik untuk meliput,” kata Dody.

Menurut dia, ini merupakan momen yang sangat penting, karena Sibolga dan Tapteng ternyata sudah bisa mengekspor plywood.

Editor: Juniwan