Kadernya Jadi Pendukung Paslon Lain, Ini Sikap Ketua Golkar Sibolga

Kadernya Jadi Pendukung Paslon Lain, Ini Sikap Ketua Golkar Sibolga

Sibolga | Ketua DPD Partai Golkar Sibolga, Jamil Zeb Tumori akhirnya angkat bicara menyikapi bahwa ada kader partai yang berbalik arah mendukung pasangan calon lain yang tidak diusung Partai Golkar pada Pilkada Sibolga 2020.

Kader Partai Golkar tersebut adalah Ustaz Khairul Mukminin, secara terang-terangan mendukung pasangan Ahmad Sulhan Sitompul-Edward Siahaan atau Assed, yang maju sebagai bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga dari jalur perseorangan.

Diketahui, Partai Golkar bersama koalisinya, PDIP dan PBB telah mengusung pasangan Bahdin Nur Tanjung-Edi Polo Sitanggang atau disingkat Abadi di Pilkada Sibolga yang digelar serentak, 9 Desember 2020.

“Sah-saja dia (Ustaz Khairul Mukminin) kecewa. Mungkin karena saya tidak diusung dari Partai Golkar maju ke Pilkada Sibolga. Sehingga buntut kekecewaan itu dia lampiaskan dalam bentuk perlawanan, dan dia memilih calon yang lain,” terang Jamil Zeb Tumori kepada wartawan, Minggu malam (6/9/2020).

Menurut Jamil, sikap Ustaz Khairul Mukminin akan berbeda kalau dirinya (Jamil Zeb Tumori) yang diusung partai. Karena dari awal, dia sudah menyatakan sikap dan siap dalam badai, serta siap satu haluan menuju mahligai pertempuran memenangkan Jamil Zeb Tumori.

“Tetapi, ternyata partai tidak merekom saya, tentu beberapa kader menjadi kecewa dan itu tidak bisa kita paksakan secara patah arang. Biarlah mereka menentukan sikap mereka,” terang Jamil.

Tetapi perlu disampaikan bahwa Partai Golkar sudah memutuskan untuk mengusung pasangan Abadi di Pilkada Sibolga.

“Saya tahu perasaan mereka sedih. Saya juga tahu mereka kecewa, saya juga merasa sangat kecewa dengan partai. Tapi namanya konstitusi partai harus dihormati dan harus kita dukung,” ujar dia.

Jamil pun tidak mempermasalahkan para pendukungnya berpindah atau jadi pendukung calon lain. Karena itu adalah sikap mereka dalam berdemokrasi dan ini hal biasa dalam dinamika politik.

“Protes mereka terhadap partai, jadi perlahan saja kita akan rangkul kembali. Hal yang penting sekarang ini, bagaimana pesta demokrasi berjalan dengan kekeluargaan dan bermartabat,” Jamil menambahkan.

Sebelumnya, Ustaz Khairul Mukminin, menyatakan secara terang-terangan mendukung pasangan Ahmad Sulhan Sitompul-Edward Siahaan atau Assed, yang maju sebagai bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga dari jalur perseorangan.

Khairul Mukminin rupanya memiliki alasannya sendiri, seperti pengakuannya yang disampaikan kepada wartawan di sela mengantarkan pasangan Assed mendaftar ke kantor KPU Sibolga, Minggu (6/9/2020).

Dia pun memastikan akan timbul pertanyaan, mengapa dia memilih mendukung pasangan Assed, sedangkan dia pengurus dan juga kader Golkar.

“Saya jujur saja, dalam melaksanakan sesuatu sering meminta petunjuk dari Allah. Artinya, dari agama kita ada itu namanya salat istikharah. Dengan salat ini, saya meyakini bahwa pada tanggal 9 Desember 2020, Insyaallah Assed akan memenangkan pertarungan di Pilkada ini,” ungkap Khairul Mukminin.

Khairul menuturkan, sebelum membuat keputusan, ia melihat dulu siapa saja sosok yang hadir dalam kontestasi Pilkada Sibolga 2020. Ternyata, dari tiga bapaslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga yang maju, hatinya memilih pasangan Assed.

“Menurut saya, yang layak hanya pasangan Assed. Karena pasangan Assed ini sudah diketahui masyarakat Sibolga. Keduanya sosok birokrat yang berkecimpung dalam pemerintahan, sehingga lebih mengetahui seluk beluk dan bagaimana ke depannya bisa membangun Kota Sibolga,” terang Khairul Mukminan.

Dia menjelaskan, ada orang memang punya elektabilitas, tapi dia bukan masyarakat Kota Sibolga dan berkecimpung di Kota Sibolga, sehingga barangkali apa yang akan mereka lakukan tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

Pasangan Assed maju dari jalur independen (perseorangan), dia pun meyakini pasangan itu akan memenangkan pertarungan Pilkada, karena Kota Sibolga belum pernah dipimpin orang yang maju dari jalur independen.

“Belum pernah ada sejarahnya itu, dan saya yakin bahwa orang terkadang banyak bisikan saya dengar sudah bosan, sekalipun saya seorang kader partai. Kenapa saya lari? dikarenakan itu tadi,” ujar Khairul Mukminin.

Khairul Mukminin kemudian menegaskan, sebagai kader partai dirinya siap menanggung risiko karena memilih dan mendukung bakal pasangan calon lain.

“Saya siap atas segala risiko, saya siap. Itu sudah saya perhitungkan sebelum saya melangkah. Saya siap dalam segala apapun risiko saya jalani sebagai kader partai,” dia menambahkan.

Editor: juniwan