Pesawat Batal Terbang Lantaran Bayi Tak Pakai Masker

Pesawat Batal Terbang Lantaran Bayi Tak Pakai Masker
Pixabay

Tapanuli Today | Maskapai asal Kanada, WestJet membatalkan penerbangan karena seorang bayi tidak memakai masker. Keputusan ini menuai perdebatan lantaran dinilai mengandung diskriminasi.

Selasa (8/9/2020) pagi, penerbangan WestJet 652 dari Calgary ke Toronto dibatalkan. Seluruh penumpang diminta turun.

Dilansir dari BBC, Jumat (11/9/2020) hal itu terjadi karena anak dari penumpang Safwan Coudhry yang masih berusia 19 bulan enggan mengenakan masker. Ia telah meminta anaknya menggunakan masker namun bayi itu justru tak berhenti menangis.

Dalam aturan Kanada, anak berusia di bawah 2 tahun sebenarnya tidak diwajibkan mengenakan masker. Lantas, mengapa maskapai tetap memaksa hingga penerbangan dibatalkan?

Pihak WestJet mengatakan, mereka tak mempermasalahkan bayi 19 bulan itu tetapi putri sulung Coudhry yang berusia 3 tahun.

Choudhry menjelaskan, saat kejadian itu, putri sulungnya memang tak pakai masker sebab sedang makan kudapan sebelum pesawat take-off.

Kemudian pramugari mendekatinya dan meminta kedua balitanya mengenakan masker. Sementara itu ia dan istrinya sudah memakai masker.

Choudry bertanya apakah putrinya boleh menyelesaikan makannya dulu sebelum memakai masker, tetapi pramugari mengatakan tak ada toleransi.

Pramugari bilang, pintu pesawat tak akan ditutup sebelum anak itu memakai masker. Choudhry pun setuju dan memakaikan masker pada anak sulungnya.

“Bagi kebanyakan anak-anak proses itu (menggunakan masker) harus dipermudah, ini menjadi kode untuk saya mengeluarkan iPad,” kata Choudhry.

Putrinya kemudian menurut. Ia memakai masker setelah sempat rewel. Sayangnya, bayinya yang masih 19 bulan tadi masih belum bisa dipakaikan masker.

“Akan tetapi anak saya yang lebih muda mengalami masa sulit, dia histeris,” ujar Choudhry.

Choudhry mengatakan, anaknya ini kesal sampai akhirnya muntah. Saat itulah awak kabin WestJet menjadi agresif. Keluarga itu diminta meninggalkan pesawat karena anaknya tak mau memakai masker.

Awak kabin bahkan memperingatkan, bila mereka tidak pergi, mereka akan ditangkap, dan mendapatkan hukuman penjara. Choudhry dan istrinya bersikap kooperatif dan mereka pun meninggalkan pesawat.

Di sisi lain, WestJet menyebut tak ada yang salah dari kebijakan mereka. Mereka berpatokan pada aturan penerbangan Kanada yang mewajibkan penumpang di atas usia 2 tahun untuk menggunakan masker. Mereka berdalih, putri Choudhry yang berusia 3 tahunlah yang melanggar aturan pemakaian masker.

“Karena ketidakpatuhan orang tua untuk memasang masker pada anak mereka yang lebih tua yang berusia di atas dua tahun, kru kami memberi tahu mereka tentang peraturan yang harus kami ikuti. Awak kami meminta kehadiran pihak berwenang setelah penumpang menolak untuk mematuhi perintah sementara dari Transport Canada dan kemudian menolak untuk turun dari pesawat,” ujar WestJet dalam sebuah pernyataan.

Dalam sebuah video yang direkam melalui ponsel Choudhry, terlihat bawah anak sulungnya memakai masker saat kejadian itu terjadi. Para penumpang juga membela keluarga tersebut ketika anak bungsu mereka menangis.

Seorang penumpang, Marian Nur juga merekam perdebatan itu. Ia khawatir bila keluarga itu menjadi target diskriminasi ras dan agama sebab istri Choudhry mengenakan hijab.

“Saya sangat terkejut, kedua orang tua itu tidak meninggikan suaranya, mereka tidak pernah marah pada petugas, mereka hanya mencoba bernalar dengan petugas,” kata Nur.

Namun akhirnya WestJet memanggil polisi untuk membantu menurunkan keluarga itu dari pesawat. Penerbangan hari itu pun dibatalkan dan dipesan ulang untuk hari berikutnya.

Sementara itu, polisi yang datang menemukan bahwa putri tertua Choudhry mengenakan masker sehingga keluarga itu tidak dikenakan hukuman apapun. Saat ini keluarga Choudhry masih menetap di Calgary dan belum memesan penerbangan ke Toronto. Ia berharap kejadian seperti ini tak terjadi pada orang lain.

Source: detikcom