TapanuliZone Featured

Diduga Palsukan Rapid Tes, Seorang ASN dan Perawat Ditangkap

Sibolga | Seorang ASN perempuan berinisial EWT (49) dan seorang perawat laki-laki berinisial MAP (30) ditangkap polisi atas dugaan kasus pemalsuan dokumen, yakni surat keterangan hasil rapid test kepada calon penumpang kapal tujuan Sibolga-Gunungsitoli (Nias).

Tersangka EWT ditangkap di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, sekitar pukul 10.30 WIB, Sabtu (27/6/2020).

Sedangkan tersangka MAP ditangkap pada hari yang sama, di Jalan Padangsidimpuan, Gg Karya, Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapteng, sekira pukul 11.30 WIB.

Kapolres Sibolga, AKBP Triydai, melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin menjelaskan, kedua tersangka ditangkap setelah polisi melakukan ungkap kasus pemalsuan dokumen surat hasil rapid test di Pelabuhan ASP Sibolga, pada Jumat (26/6/2020).

Dari pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, 52 rangkap fotocopy hasil laboratorium patologi klinik, 24 rangkap surat hasil laboratorium patologi klinik, 43 alat suntik bekas, 1 lembar kertas kuning pemeriksaan laboratorium.

“Kemudian, 1 alat rapid test bekas, 2 alat suntik baru, 1 pasang sarung tangan karet, 2 tabung edta, 1 spidol warna hitam, 1 pulpen, 2 potongan selang infus 50 cm, 93 plaster penutup luka, 2 ponsel, dan uang tunai Rp350.000,” ungkap Sormin, Minggu (28/6/2020).

BACA JUGA:  Pria Pengangguran Ini Nekat Curi Kabel Listrik PLN

Sormin menerangkan, tersangka EWT mengakui perbuatannya memalsukan dokumen hasil rapid tes tersebut, dan lokasinya di klinik Yakin Sehat di Kelurahan Sibuluan Nalambok, Kecamatan Sarudik, Tapteng.

“Untuk memuluskan aksinya, EWT dibantu MAP yang bertugas mengambil sampel darah,” ujar Sormin.

Menurut Sormin, proses hukum terhadap kedua tersangka akan dilakukan Polres Tapteng. Hal ini karena lokasi pembuatan surat berada di wilayah hukum Polres Tapteng.

“Setelah dilakukan gelar perkara, diperoleh kesimpulan bahwa untuk penyelidikan lebih lanjut Polres Sibolga akan dilimpahkan ke Polres Tapteng, sebab locus delicti kejadian pidana berada di wilkum Polres Tapteng,” kata Sormin.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Sibolga, Jamil Zeb Tumori meminta polisi menindak tegas perlakuan oknum yang tega memalsukan dokumen kesehatan Covid-19 tersebut.

“Tangkap dan pecat ASN yang memalsukan dokumen kesehatan Covid-19, karena telah merugikan banyak orang. Puluhan calon penumpang kapal Ono Niha batal berangkat ke Pulau Nias,” ketus Jamil.

penulis: dody

editor: juniwan

Tags
Back to top button
Close