Selama Masa COVID-19, Produksi Perikanan Tapteng Sibolga Turun

Selama Masa COVID-19, Produksi Perikanan Tapteng Sibolga Turun
Kepala PPN Sibolga, Makkasau, A. Pi, M. Si

Tapanuli Tengah | Produksi perikanan di Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga selama tahun 2020 atau selama masa Covid-19 melanda dunia, khususnya Indonesia, turun hingga 12 persen lebih.

Pada 2019 lalu, produksi ikan di salah satu sentra industri perikanan terbesar di Pantai Barat Sumatra ini sempat mencapai angka 29.000 ton, tetapi pada tahun 2020 lalu, produksi hasil tangkapan menurun hanya mencapai 25.465 ton saja.

Demikian disampaikan oleh Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sibolga, Makkasau, A. Pi, M. Si saat ditemui dikantornya, Sabtu (6/2/2021).

"Jumlah produksi perikanan di Tapteng Sibolga selama tahun 2020, khususnya sejak COVID-19 melanda turun hingga 12 persen lebih, dari 29.000 ton pada tahun 2019, menjadi 25.465 ton pada tahun 2020. Tapi jumlah ini masih di atas target tahun 2020 yang kita harapkan, yakni sebesar 24.000 ton," terangnya yang saat itu didampingi Kabid Data, Roida Susi A. Manurung, S. Pi.

Walau di atas target secara jumlah produksi, lanjut pria asal Makasar ini, namun dari segi nilai produksi, angka ini masih di bawah target. Hal ini disebabkan merosotnya harga ikan selama tahun 2020.

"Kalau dari segi jumlah, angka 25.465 ton memang melebihi target yang hanya 24.000. Tapi jika dilihat dari nilai produksi, atau jika dirupiahkan, 25.465 ton ini hanya Rp 344.681.586.000, Sementara target kita harusnya dengan produksi sebesar 24.000 saja, sudah memperoleh hasil Rp 352.800.000.000. Ini dikarenakan harga ikan merosot selama 2020, dari yang kita harapkan antara Rp 14.000 sampai Rp 15.000 per kilogram menjadi hanya Rp 12.000 sampai Rp 13.000 per kilogram nya," terangnya.

Ia juga menjelaskan, angka tersebut diperoleh dari keterangan dalam dokumen Logbook kapal dan cek hasil tangkapan usai kapal melaut.

Ditanya kelancaran aktivitas kapal penangkap ikan selama masa Covid-19, Makkasau mengaku tidak terlalu berpengaruh. Selama 2020, aktivitas kapal penangkap ikan, khususnya di atas 30 GT, rata-rata berangkat 10 trip dalam setahun.

"Dari Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang kita keluarkan, mencapai angka 5.657 lembar. Dengan jumlah kapal yang terdaftar sebanyak 541 kapal, asumsinya, rata-rata setiap kapal masih melaut sebanyak 10 trip selama tahun 2020 lalu," ujarnya.

Jenis ikan yang paling banyak diperoleh, Makassau menyebut, ikan Cakalang (Skipjack Tuna) yang menjadi primadona.

"Memang hasil produksi disini mayoritas itu Cakalang. Tapteng Sibolga itu dari dulu memang di kenal sebagai salah satu penghasil Cakalang di nusantara," katanya.

Editor: Putra Hutagalung