Tapanuli

Miris, Seorang Gadis Dicabuli di Kuburan Santeong

Sibolga | Polisi mengamankan dua pria remaja berinisial RR (19) dan HS (17), atas dugaan kasus asusila terhadap seorang anak perempuan yang masih di bawah umur di area kuburan di Santeong, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota.

Keduanya diamankan polisi dari tempat yang berbeda pada hari yang berbeda pula. RR diamankan dari area kuburan Santeong, sekira pukul 23.55 WIB, Jumat (13/3/2020). Sedangkan HS diamankan dari rumahnya di Jalan Patuan Anggi, sekira pukul 05.00 WIB, Sabtu (14/3/2020).

Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi, melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin menjelaskan, kedua tersangka ditangkap berdasarkan laporan Hotdiana Sipahutar (48) orang tua korban, ke Polres Sibolga, pada Rabu (11/3/2020).

Kasat Reskrim, AKP D Harahap, langsung memerintahkan Unit Opsnal untuk melakukan lidik dan olah TKP, hingga berhasil mengamankan 2 tersangkanya.

“Polisi masih melakukan pengembangan kasus ini, karena ada dugaan tersangka lain yang terlibat,” ungkap Sormin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/3/2020).

Hasil pemeriksaan polisi, tersangka RR mengakui perbuatannya. Aksi bejat itu dilakukannya di area kuburan Santeong, dini hari sekira pukul 03.00 WIB, Selasa (10/3/2020).

BACA JUGA:  Ini Pria yang Merampas Hape Pedagang Sibolga Square

Awalnya, RR melihat abang kandungnya (identitas dikantongi polisi), bersama HS membawa seorang perempuan tak dikenal yang masih berpakaian sekolah. Gadis yang masih berusia 16 tahun itu kemudian dibawa ke arah kuburan.

Karena penasaran, RR pun menyusul. Sampai di lokasi, RR melihat perempuan itu dalam kondisi tidak berpakaian. Seketika, niat jahatnya pun timbul hingga tega melakukan perbuatan terlarang terhadap diri korban.

Tersangka HS, juga mengakui perbuatannya. HS menjelaskan, hanya bercumbu dengan korban dan tidak melakukan hubungan terlarang karena korban tidak bersedia.

Kedua tersangka ditahan di RTP Polres Sibolga, diduga melapas 76E Jo pasal 82 ayat (1) atau pasal 76D Jo pasal 81 ayat (2) UU 35/2014, tentang perubahan atas UU 23/2002, tentang perlindungan anak.

“Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun, serta denda paling banyak Rp5 miliar,” kata Sormin.

editor: wan

Tags
Back to top button
Close