Tapanuli

Anak yang Mencuri, Ibunya Masuk Penjara

Sibolga | Tas berisi uang puluhan juta rupiah serta tiga buah cincin emas milik seorang pedagang Pasar Nauli Sibolga raib digondol pencuri, Senin (4/5/2020). Korbannya seorang ibu bernama Ronny Limbong (42), warga Jalan Gambolo Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatra Utara.

Pascakejadian, Ronny Limbong melapor ke Mapolres Sibolga. Polisi pun bergerak cepat, dari hasil penyelidikan, empat orang diduga pelaku pencurian berhasil diamankan dari sebuah rumah di Jalan SM Raja Sibolga, sekitar pukul 19.30 WIB, Rabu (6/5/2020).

Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap orang yang diamankan itu, dua dinyatakan tidak cukup bukti dalam kasus tindak pidana pencurian tersebut.

“Sedangkan dua orang lainnya tidak terbukti. Salah satu tersangkanya adalah anak-anak. Setelah dilakukan diversi (penyelesaian di luar proses peradilan) tidak tercapai,” kata Sormin dalam keterangan tertulis, Sabtu (16/5/2020).

Tersangka 1, Kumbang (15) warga Jalan Santeong, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kota Sibolga dan tersangka 2, seorang ibu rumah tangga berinisial MG (33), merupakan ibu kandung Kumbang.

Menurut Sormin, bahwa pencurian dilakukan oleh Kumbang pada sore sekitar pukul 16.00 WIB. Awalnya, Kumbang sedang bermain bola di lantai III Pasar Nauli Sibolga, setelah turun ke lantai 1, dia melihat sebuah tas di dekat tumpukan gula.

“Kumbang langsung mengambil tas tersebut dan pergi naik becak bermotor ke arah Stadion Horas Sibolga. Setelah uang dalam tas diambil, tas tersebut dibuangnya di Stadion Horas Sibolga,” terang Sormin.

Dari dalam tas tersebut, Kumbang mengambil uang Rp30 juta, serta dua buah cincin berbentuk emas. Selanjutnya kedua cincin tersebut diserahkan kepada ibunya.

Sementara, uang Rp30 juta digunakan Kumbang membeli sebuah ponsel, juga membeli satu unit motor bekas Yamaha Jupiter Z, seharga Rp 3.300.000.

BACA JUGA:  Satria VS Beat, 2 Pengendaranya Terluka

“Uang tersebut juga dibelanjakan Kumbang membeli baju, aksesoris motor, serta dipinjamkan kepada temannya. Sisanya diberikan kepada ibunya,” terangnya.

Berdasarkan pengakuan ibu Kumbang kepada polisi, ia tidak mengetahui kapan, di mana anaknya melakukan pencurian, namun mengaku menerima dua cincin emas dari anaknya itu.

“Ibunya mengaku menerima dua buah cincin serta uang dari anaknya, yang kemudian disimpan,” kata Sormin menirukan pengakuan MG.

Tersangka MG juga mengaku, awalnya telah menaruh curiga terhadap anaknya setelah menerima cincin emas dan uang tersebut.

Setelah petugas datang, MG menjelaskan bahwa anaknya (pelaku pencurian) kemudian membantah tidak menerima cincin dan uang dari pelaku, namun dia menyimpannya di bawah tikar rumahnya.

Tersangka MG juga menyebut tidak memberitahukan kepada suaminya bahwa ada menerima cincin dan uang dari tersangka Kumbang.

“Tersangka MG juga mengakui bahwa anaknya tersebut tidak memiliki pekerjaan, serta tidak mengetahui membeli ponsel dari hasil kejahatan. Dan uang yang diterima MG belum digunakan,” tambah Sormin.

Dari tersangka 1 (Kumbang), polisi menyita barang bukti satu unit motor merk Jupiter, satu ponsel merk Oppo A5S warna hitam, uang sebanyak Rp 800.000.

“Tersangka 1 (Kumbang) tidak dilakukan penahanan. Karena berdasarkan Pasal 32 ayat (1) Undang-undang No 11 tahun 2012, tentang Sistim Peradilan Anak serta upaya Diversi (penyelesaian hukum di luar peradilan) tidak tercapai. Dan tersangka 1 diduga telah melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 ayat (2) Subs 362 dari KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun,” papar Sormin.

Sementara tersangka 2, ditahan dan telah dititipkan ke Lapas Klas IIA Sibolga, diduga telah melakukan tindak pidana pertolongan kejahatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 480 Subs 362 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun.

editor: juniwan

Tags
Back to top button
Close