Tapanuli

Oknum Anggota DPRD Sibolga Diduga Terlibat Palsukan Data Penerima Asuransi Nelayan

Sibolga | Seorang oknum anggota DPRD Sibolga, diduga terlibat melakukan pemalsuan data penerima premi asuransi kecelakaan nelayan tahun 2017.

Dalam hal ini, diketahui seorang yang bukan bekerja sebagai nelayan, namun mendapat jaminan santunan kematian sebesar ratusan juta rupiah.

Tindakan pemalsuan data ini terbongkar, setelah pihak keluarga mengaku merasa tidak berhak menerima asuransi tersebut.

Herdiana br Lubis (49), warga Jalan Ade Irma Suryani, Kota Sibolga menerangkan, bahwa abang iparnya Alm Poltak Manalu semasa hidupnya bukan seorang nelayan, melainkan buka warung tuak dan menarik becak.

“Jadi awalnya, Vero Manalu anak Alm Poltak Manalu bercerita sama saya soal ini, bahwa ada uang ayahnya dapat asuransi nelayan sebesar Rp160 juta. Saya kaget juga dengarnya, kok bisa dapat, yang saya tahu Alm abang ipar saya ini berjualan tuak dan menarik becak, bukan nelayan,” kata Herdiana, Rabu (27/5/2020).

Menurut dia, yang mengurus proses hingga dana asuransi itu cair adalah adalah Sabar Manalu (anak Alm Poltak Manalu) bersama seorang oknum anggota DPRD Sibolga. Namun, Herdiana tidak bersedia mengungkapkan siapa oknum anggota DPRD Kota Sibolga tersebut.

BACA JUGA:  Pesanan Belum Siap, Pin Emas untuk 17 Anggota DPRD Sibolga

“Kita tahulah, tak mudah ngurus asuransi ini bisa cair, kalau bukan orang yang berpengaruh yang mengurusnya. Sebelumnya juga, istri oknum anggota DPRD datang ke rumah saya. Dia bilang, supaya masalah pemalsuan data ini jangan dibesar-besarkan,” ujarnya.

Herdiana menjelaskan, Poltak Manalu meninggal dunia pada 6 Maret 2017 karena sakit, bukan kecelakaan akibat melakukan aktifitas nelayan.

“Setelah meninggal, diuruslah dan keluarlah uang itu. Anak Alm ada 6 orang, masing-masing dapat Rp10 juta. Sekali lagi saya katakan, sejak Alm nikah sama kakak kandung saya, dia bukan nelayan, tapi buka warung tuak dan menarik becak,” jelasnya.

Sementara itu, Kadis Perikanan, Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Sibolga, Binsar Manalu yang dikonformasi mengaku tidak mengetahui persoalan itu.

“Maaf ya adinda, karena tahun 2017 saya belum kadis, jadi saya tidak bisa beri penjelasan, terima kasih,” kata Binsar melalui pesan WhatsApp.

editor: juniwan

Tags
Back to top button
Close