Tapanuli

Tergiur Ponsel di Dasbor Motor, Batal Isi Angin

Sibolga | Apes bagi Esra Meyke Aritonang (30), warga Jalan Iyu Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga. Saat menambal ban motor dan meninggalkannya beberapa saat, ponsel yang ditaruh di dasbor motornya hilang.

Sang penambal ban mengaku tak mengetahui siapa yang membawa kabur ponsel milik Esra Meyke Aritonang. Korban pun melapor ke Mapolres Sibolga, pada Sabtu (16/5/2020).

Menurut Esra, sekira pukul 19.30 WIB, Kamis (14/5/2020), dia naik motor hendak membeli susu, namun dalam perjalanan, ban motornya kempes (bocor). Dia pun membawanya ke tempat tambal ban di depan SPBU, Jalan SM Raja Kota Sibolga.

Sambil menunggu, Esra bersama temannya pergi ke pusat perbelanjaan di dekat tambal ban tersebut dan meletakkan ponsel di dasbor motornya. Usai berbelanja, Esra tak melihat lagi ponsel miliknya tersebut.

Si tukang tambal ban ketika ditanyai mengaku, tak mengetahuinya. Setelah menerima laporan, Kasat Reskrim, AKP D Harahap memerintahkan Unit Opsnal untuk melakukan lidik dan olah TKP.

BACA JUGA:  Eks Kepala Gudang Kantor J&T Express Ditangkap Polisi

Polisi akhirnya berhasil menangkap tersangka pelakunya, pada Selasa pagi (16/6/2020). Tersangkanya, seorang laki-laki berinisial YIKS (30), warga Sarudik, Tapteng, yang bekerja sebagai buruh harian lepas.

Polisi juga menangkap tersangka lainnya, yakni JRGS (28), juga warga Sarudik. Bagaimana ceritanya?

Rupanya, pada Kamis malam itu, keduanya berboncengan naik motor hendak pulang ke Sarudik. Usai mengisi BBM di SPBU di Jalan SM Raja Sibolga, tersangka bermaksud mengisi angin ban motornya.

Saat itu, kedua tersangka melihat ada ponsel di dasbor motor, tersangka pun mengurungkan niatnya untuk mengisi angin ban.

“Tersangka JRGS berjalan menuju tambal ban tersebut dan mengambil ponsel milik korban, sementara tersangka YIKS dengan posisi standby di atas motor,” jelasnya.

Kedua tersangka langsung bergerak ke arah Sibolga Julu, Kecamatan Sibolga Utara dan menjual ponsel tersebut.

Kedua tersangka ditahan di RTP Polres Sibolga, diduga telah melapas 363 ayat (1) ke 3e dari KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.

Editor: juniwan

Tags
Back to top button
Close