Tapanuli

Bantuan Covid-19 di Sibolga “Dimainkan”, Ketua Kirab Minta Pelakunya Ditindak Tegas

Sibolga | Ketua Komite Integritas Anak Bangsa (Kirab) Kota Sibolga, Amir Lubis mendukung proses penyelidikan yang dilakukan polisi terhadap kasus dugaan penyelewengan bantuan Covid-19, yang berasal dari Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga.

Bila terbukti, aparat penegak hukum diminta memberi sanksi hukum yang tegas kepada oknum aparat kelurahan yang berusaha memperkaya diri pribadi, dan menghianati kepercayaan masyarakat dalam situasi sulit saat ini akibat pandemi Covid-19.

“Kita mengapresiasi kinerja Polres Sibolga yang telah berhasil menggagalkan dugaan penyelewengan bantuan Covid-19 di Kota Sibolga,” kata Amir Lubis kepada wartawan di Sibolga, Jumat (3/7/2020).

Sungguh mengejutkan, rakyat belum selesai menghadapi pandemi yang memukul segala lini dan sendi kehidupan ekonomi akibat dampak penyebaran Covid-19.

“Tapi, kok ada saja ya, aparat pemerintah yang tega “memainkan” barang bantuan Covid-19, dan mengebiri hak rakyat,” sesal Amir Lubis.

Menurut dia, persoalan ini harus menjadi pembelajaran bagi aparatur pemerintah lainnya, yang seharusnya tetap mendahulukan kepentingan rakyat.

Pihaknya berharap, kejadian ini disikapi serius oleh Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Sibolga.

“Tentu saja, kinerja TGTPP Covid-19 Kota Sibolga akan tercemar akibat ulah oknum yang tidak bertanggungjawab ini. Padahal, selama ini kinerjanya dinilai sangat baik,” tegas Amir Lubis.

BACA JUGA:  14 OTG Diisolasi Mandiri Setelah PDP Asal Sibolga Meninggal di Medan

Bagaimana bisa, bahan sembako yang harusnya sudah terbagi dan disalurkan kepada masyarakat Sibolga, malah diduga akan diperjualbelikan. Ini menandakan ada kejanggalan dalam data penerima.

Atau justru ada kesengajaan calon penerima tidak diberikan haknya. Pantas saja, selama ini polemik dan keributan data penerima masih terus di permasalahkan oleh masyarakat.

“Bila oknum aparat kelurahan itu terbukti melakukan tindakan melawan hukum, segeralah ditindak secara hukum. Kita juga meminta yang bersangkutan dipecat secara tidak hormat dari jabatannya, karena telah merusak nama baik Pemkot Sibolga dan juga TGTPP Covid-19,” ketus Amir.

Pihaknya juga meminta, Ketua TGTPP Covid-19 Kota Sibolga, transparan dengan data penerima bantuan, agar penyalurannya bisa diawasi bersama dan tepat sasaran, sehingga permasalahan yang sama tidak terjadi di tempat lain.

“Dengan demikian, bansos yang manjadi hak rakyat bisa dibagikan dan disalurkan berdasarkan data yang dipublikasikan secara resmi dan transparan, serta bisa diakses atau dilihat oleh masyarakat,” tutur Amir.

Pantauan di lapangan, pada Kamis sore kemarin (2/7/2020), Kantor Lurah Pancuran Bambu, terlihat ramai.

Sejumlah personel polisi dari Polres Sibolga yang datang dengan mobil operasional, terlihat sibuk keluar masuk, para ibu-ibu warga setempat yang hadir di sana, juga disuruh masuk ke dalam kantor lurah tersebut.

penulis: putma

editor: juniwan

Tags
Back to top button
Close